ILMU AGAMA, WARISAN PARA NABI
![]() |
| ilustrasi |
Oleh: Rapung Samuddin
Rasulullah Shallallahu alaihi wa
sallam bersabda: “Sesungguhnya ulama itu perwaris para nabi. Para nabi tidak
mewariskan dinar dan dirham. Mereka hanya mewariskan ilmu. Maka barang siapa
yang mengambil (warisan ilmu) tersebut ia telah mengambil bagian yang
melimpah”.
Keterangan
Hadits
Hadits ini derajatnya Sahih,
diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dalam “Sunan”nya, At-Tirmidzi dalam “Sunan”nya,
juga Ibnu majah dalam “Sunan Ibni
Majah”, dari sahabat nabi SAW Abu Darda Radhiyallahu Anhu. Syaikh Al-Abani
menyatakan sebagai hadits Shahih dalam “As-Shahihah”.
Padanya terkandung keterangan dari
nabi Shallallahu alaihi wa sallam terkait keutamaan seorang ulama; yakni mereka
yang mewaqafkan diri mendalami serta mengkaji ilmu agama, hingga memiliki
kualitas untuk mengajarkan ilmu dan berfatwa.
Bahwasanya, para ulama sebagaimana
telah disebutkan merupakan pewaris para nabi. Yang namanya pewaris, sudah tentu
memiliki hubungan yang sangat dekat. Boleh jadi, maknanya disini bahwa derajat
mereka disisi Allah sangat dekat atau bisa dibilang akan bersama mereka pada
hari kiamat kelak.
Para Nabi yang diutus Allah tidak
mewariskan harta benda berupa dinar dan dirham. Dalam sebagian riwayat,
disebutkan bahwa apa yang mereka tinggalkan bagia keluarganya berupa harta
benda, menjadi sedekat bagi umatnya.
Hanya saja, yang mereka wariskan
adalah ilmu agama yang bermanfaat bagi mashlahat dunia dan akhirat. Maka itulah
nabi SAW menegaskan, siapa yang mengambil ilmu agama itu maka sungguh dia telah
mengambil bagian yang melimpah dari warisan tersebut.
Sebab, ilmu agama merupakan
semulia-mulia apa yang dipelajari seorang hamba. Hal itu karena ilmu agama akan
menjadi bekal bagi seorang hamba untuk menggapai kebaikan hidup di dunia serta
keselamatan di kampung akhirat kelak.
Faidah
Hadits
1. hadits ini mengandung keterangan
akan fadhilah atau keutamaan ilmu agama dimana ia merupakan warisan peninggalan
para nabi.
2. para nabi, termasuk Rasulullah
Shallallahu alaihi wa salam tidak meninggalkan harta benda. Apa yang mereka
tinggalkan berupa dinar dan dirham merupakan sedekah bagi umatnya. Dalil inilah
yang digunakan oleh Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq di hadapan keluarga nabi SAW
saat mereka datang meminta warisan nabi SAW dari tanah fadak dan Khaibar.
3. para ulama yang mendalam ilmu
agamanya merupakan pewaris para nabi. Di sini mengandung isyarat kedekatan
mereka dengan Nabi. Dan ini tidak syak lagi merupakan keutamaan yang besar bagi
ulama.
4. siapa yang mengambil atau mempelajari
ilmu agama yang ditinggalkan oleh Nabi Shallallahu alaihi wa sallam maka
sungguh ia telah mengambil bagian yang sangat melimpah.
5. ilmu agama merupakan sebaik-sebaik
bekal untuk mendapatkan kebahagiaan di dunia, serta keselamatan kelak di hari
kiamat.
6. kewajiban menghormati para ulama
yang merupakan pewaris nabi. Sebab kedudukan mereka begitu tinggi di sisi Allah
Ta’ala
Dikutip surat kabar harian
Amanah/Edisi Senin, 10 Oktober 2016
Pojok Hadist
Pojok Hadist
… Demi Rabb yang jiwaku ada ditangan-Nya, sesungguhnya janin yang gugur benar-benar akan menyeret ibunya dengan tali pusarnya ke surga apabila ia (ibunya) sabar mengharap pahala (karena kematian)nya. (HR. Ahmad)

Tidak ada komentar: