BULAN PERNAH TERBELAH
![]() |
| ilustrasi |
Orang-orang musyrik Makkah pernah
meminta kepada Rasulullah agar membelah bulan. Karena mengharapkan keimanan
mereka, Rasulullah pun menunjukkan mukjizatnya. Dan, atas izin Allah bulan pun
terbelah.
Oleh: Mahardi Purnama
Peristiwa yang melampaui batas nalar
ini terjadi ketika Rasulullah dan para sahabat berada di Mina. Kisah ini
diabadikan oleh Allah dalam Al-Qur’an. “Telah dekat datangnya hari kiamat dan
bulan telah terbelah. Dan jika mereka (orang-orang musyrik) melihat suatu tanda
(mukjizat), mereka berpaling dan berkata, (ini adalah) sihir yang terus
menerus.” (QS. Al-Qamar 1-2).
Abdullah bin Mas’ud radhiyallhu anhu
yang menyaksikan peristiwa itu mengisahkan, “ketika kami bersama Rasulullah di
Mina, tiba-tiba bulan terbelah menjadi dua belahan. Satu belahan di belakang
gunung sedangkan satu belahan lagi dibawahnya. Kemudian, bersabda kepada kami,
“Saksikanlah!” para ulama mengatakan bahwa peristiwa terbelahnya bulan tersebut
adalah terbelah dalam arti sesungguhnya.
Awalnya, orang-orang musyrik tidak
percaya atas apa yang mereka saksikan. Mereka memutuskan bertanya pada para
musafir yang menuju Makkah apakah mereka juga melihatnya, seandainya mereka
tidak melihatnya berarti itu adalah sihir. Ketika beberapa musafir tiba di Makkah,
mereka menanyakan hal itu. Dan ternyata para musafir itu juga mengakui bahwa
mereka melihat pemandangan ajaib terbelahnya bulan. Akan tetapi, meskipun
mereka telah melihat mukjizat itu, mereka tidak juga beriman bahkan menuduh
nabi melakukan sihir.
Para ilmuwan masa kini telah meneliti
permukaan bulan dan mereka mendapat adanya jurang atau lembah memanjang yang
membelah permukaan bulan. Inilah yang menjadi bukti geologis bahwa dulu bulan
memang pernah terbelah kemudian melekat kembali. Bekas pembelahan tersebut
bahkan terlihat mulai dari permukaan bulan hingga ke dalam perut bulan.
Namun, NASA hingga kini masih belum
mengetahui sebab munculnya lembah memanjang tersebut, keberadaan lembah yang
membelah bulan ini telah diketahui sejak abad ke- 18, sementara Al-Qur’an telah
mengabarkannya 14 abad yang lalu. MashaAllah!
Bukti Historis
Terdapat sebuah prasasti tertulid yang
menguatkan bukti bahwa bulan pernah terbelah. Bukti ini juga yang menjadi
argument kuat untuk menentang para cendekiawan Barat yang menolak peristiwa
terbelahnya bulan karena menurut mereka tidak ada bukti historis.
Seorang raja di India yang sezaman
dengan Rasulullah bernama Raja Chakrawati Farmas menyaksikan lansung fenomena
terbelahnya bulan. kisahnya terdokumentasikan dalam sebuah manuskrip kuno yang disimpan di India
Office Library di London. Manuskrip langka tersebut memiliki nomor refrensi:
Arabic, 2807, 152-173. Isi manuskrip tersebut pernah dikutip oleh M. Hamidullah
dalam bukunya “Muhammad Rasulullah”. Disebutkan raja India tersebut mengirim
utusan untuk menemui Nabi Muhammad, dan ia masuk Islam.
Sementara itu, Sayyid Mahmud Syukri
Al-Alusi dalam “Tarikh Al-Yamini”, mengisahkan sebuah kisah menakjubkan dari
India. Dalam sebuah peperangan antara pasukan muslim dengan sebuah kerajaan
pagan di India, Sultan Mahmud bin Sabaktakin Al-Ghaznawi melihat lempengan batu
atau semacam prasasti di dalam sebuah istana yang berhasil mereka rebut.
Lempengan batu itu berpahatkan tulisan yang berbunyi, “Istana ini dibangun pada
malam terbelahnya bulan, dan peristiwa itu mengandung pelajaran bagi orang yang
mengambil pelajaran.”
Pojok Hadist
Pojok Hadist
Allah tidak melihat kepada shalat seorang hamba yang di dalamnya tidak menegakkan tulang punggungnya (thuma'ninah) di antara ruku-ruku dan sujud-sujudnya. (HR. Ahmad dan At-Thabrani).

Tidak ada komentar: