SUJUD SAHWI SUJUD KARENA LUPA

anak kecil sedang sujud
ilustrasi: Chidioc
Jika jumlah rakaat kurang atau lebih, atau karena merasa ragu”
“setiap manusia pasti pernah lupa karena manusia memang tempatnya salah dan lupa. Termasuk lupa dalam ibadah, di antaranya adalah lupa dalam menghitung jumlah rakaat shalat yang dikerjakannya. Dalam kondisi seperti ini, seorang muslim diwajibkan untuk sujud sahwi.”

Oleh: Mahardi Purnama

Secara bahasa As-Sahwi, An-Nisyan (lupa), dan Al-Ghaflah (lalai) merupakan sinonim yang artinya kebingungan hati dari perkara yang diketahui. Ada pula yang berpendapat bahwa kelupaan jika diingatkan akan ingat (kembali), beda halnya dengan lalai. Secara istilah, sahwi artinya dua sujud yang dilakukan oleh orang yang shalat untuk menutup kekurangan dalam shalat karena lupa.

Sujud sahwi diisyaratkan karena salah satu di antara tiga perkara: 1) jika ada tambahan dalam shalat yang dilakukan karena lupa, 2) jika ada kekurangan karena lupa, 3) jika ada keraguan apakah dia melakukan tambahan atau pengurangan dalam shalat.

Hukum sujud sahwi adalah wajib. Jika kesalahannya disengaja maka shalatnya batal, namun bila tidak disengaja maka tidak wajib. Contoh menambahi satu rakaat karena lupa, menyengaja hal itu berarti membatalkan shalat, dan melakukannya karena lupa mewajibkan sujud sahwi. Sujud sahwi diisyaratkan jika sebabnya ada, baik itu dalam shalat fardhu maupun sunnah.

Rasulullah sendiri pernah lupa dalam shalat beliau, sebagaimana yang dikabarkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah  pernah shalat ashar (atau zhuhur) berjamaah bersama sahabat. Pada rakaat kedua beliau memberi salam. setelah itu beliau bersandar di batang kurma yang berada di arah kiblat. Para sahabat yang menjadi makmum tidak berani menegur beliau, termasuk Abu Bakar dan Umar.

Kemudian seorang sahabat bernama Dzul Yadai berdiri lalu berkata kepada beliau apakah beliau menqashar shalat ataukah lupa. Rasulullah lalu memandang para sahabat dan bertanya apakah benar yang dikatakan Azul Yadain tadi. Para sahabat membenarkan bahwa Rasulullah hanya shalat dua rakaat.

Seketika itu juga Rasulullah menyambung shalat dua rakaat lagi dan memberi salam. Setelah itu beliau melakukan sujud sahwi. Beliau juga pernah shalat zhuhur lima rakaat karena lupa. Ketika dibenarkan oleh sahabat, beliau akhirnya melakukan sujud sahwi.

Tata Cara Sujud Sahwi
Sujud sahwi dilakukan dengan dua kali sujud sebagaimana sujud dalam shalat. Dilakukan di akhir shalat baik sebelum atau sesudah salam. Ketika ingin sujud diisyariatkan untuk mengucapkan takbir “Allahu akbar”. Begitu pula ketika ingin bangkit dari sujud diisyariatkan untuk takbir. Di antara dalilnya adalah hadits Abu Hurairah, “ Lalu beliau shalat dua rakaat lagi (yang tertinggal), kemudian beliau salam. Sesudah itu beliau bertakbir, lalu bersujud. Kemudian bertakbir lagi, lalu beliau bangkit. Kemudian bertakbir kembali, lalu beliau sujud kedua kalinya. Sesudah itu bertakbir, lalu beliau bangkit.” (HR. Bukhari-Muslim).

Adapun bacaan ketika sujud sahwi sama seperti bacaan sujud biasa ketika shalat. Bacaannya yang bisa dipraktekkan seperti “subhana rabbiyal a’la” atau “subhana rabbiyal a’la wa bihamdi.” Sebagian ulama menganjutkan do’a ini ketika sujud sahwi, “subhana man laa yanamu wa laa yashuw” (Maha Suci Dzat yang tidak mungkin tidur dan lupa). Namun bacaan sujud sahwi ini hanya sekedar anjuran saja dari sebagian ulama dan tanpa didukung oleh dalil.

Waktu Sujud Sahwi
§      Jika ada kekurangan pada shalat, seperti kurang tasyahud awal, maka sujud sahwi sebelum salam.
§      Jika ada kelebihan dalam shalat, seperti ada penambahan satu rakaat, maka sujud sahwi sesudah salam.
§      Jika terlanjut salam, namun ternyata masih memiliki kekurangan rakaat, maka hendaklah  ia menyempurnakan kekurangan rakaat tadi. Pada saat ini, sujud sahwinya sesudah salam.
§      Jika terdapat keragu-raguan dalam shalat, lalu ia mengingatnya dan bisa memilih yang yakin, maka hendaknya sujud sahwi sesudah salam.

Dikutip surat kabar harian Amanah/Edisi Rabu, 7 desember 2016/rubrik Fiqih Ibadah



Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.