HINDUN IBUNDA SANG KHALIFAH
![]() |
| ilustrasi |
Dia adalah Hindun binti Utbah bin
Rabi’ah bin Abdu Syams bin Abdu Manaf. Istri dari Abu Sufyan bin Harb, sepupu
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Anaknya, Muawiyah adalah salah satu
khalifah paling terkenal dalam sejarah Islam.
Oleh: Mahardi Purnama
Dalam catatan sejarah Hindun lebih
dikenal sebagai perempuan berwatak keras dan berani. Ia pernah menggigit dan
mengunyah hati paman Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pada perang uhud
untuk melampiaskan kemarahannya karena kekalahan Quraisy Makkah pada perang
Badar setahun sebelumnya.
Pada perang uhud yang terjadi tahun
ketiga hijriah tersebut, pasukan musyrik Makkah berhasil membalikkan keadaan.
Mereka dapat mengalahkan umat Islam Banyak pasukan kaum mulimin yang terbunuh
pada peperangan tersebut, di antaranya adalah paman Rasulullah, Hamzah bin
Abdul Mutthalib dan sahabat terbaik
beliau, Mush’ab bin Umair. Hindun baru masuk Islam pada Fathu Makkah, 8
Hijriah.
Ada kisah lain dari Hindun yang
menarik untuk dikisahkan. Sebelum menikah dengan Abu Sufyan, Hindun terlebih
dulu dinikahi oleh Al-Fakih bin Al-Mughirah Al-Makhzumi, yang dari kalangan
Quraisy. Suatu hari, Al-Fakih keluar dari rumah karena ada keperluan, sementara
rumahnya dibiarkan terbuka sementara Hindun, istrinya, sedang tidur di dalam.
Seorang laki-laki masuk ke rumahnya,
dan saat melihat Hindun tertidur, laki-laki itu lansung lari keluar. Dari luar
rumah, Al-Fakih melihat laki-laki tersebut, ia pun menemui Hindun dan
membangunkannya, serta menanyakan siapa laki-laki yang masuk ke dalam rumah
tadi. Dalam keadaan kalap, Al-Fakih lalu menyuruh istrinya pulang ke rumah
orang tuanya. Peristiwa inipun jadi bahan gunjingan orang-orang. Suaminya
menuduh Hindun berzina. Sementara Hindup bersumpah bahwa ia tidak melakukan
apa-apa.
Untuk memutuskan perkara, keluarga ke
dua pihak menuju ke Yaman untuk meminta kepada pendeta. Hasilnya sang pendeta
pun memutuskan bahwa Hindun bukanlah pezina dan tuduhan dari suaminya tidak benar.
Dan pendeta tersebut mengatakan kepada Hindun, “Sungguh, engkau nanti akan
melahirkan seorang raja yang namanya Muawiyah.” Mendengar itu, Al-Fakih lansung
mendekati Hindun dan memegang tangannya. Seketika Hindun melepaskan tangan
Al-Fakih dan berkata, “Hati-hati kau! Demi Allah, sungguh aku berharap
kelahiran anak itu bukan darimu.”
Masuk
Islam
Abu Sufyan masuk Islam pada Fathu
Makkah, ia pun mengajak Hindun untuk masuk Islam seperti dirinya. Awalnya
Hindun menolak, namun hatinya luluh juga. Ia pun menemui Rasulullah dalam
keadaan berhijab dan berbaiat kepada beliau. Rasulullah menyambutnya, beliau
bersabda: “ Berbaiatlah kepadaku untuk tidak menyekutukan Allah dengan yang
lain, tidak mencuri dan tidak berzina.” Hindun berkata, “Apakah perempuan
merdeka juga berzina?” Beliau menjawab, “Tidak boleh, dan janganlah membunuh
anakmu.”
Setelah Rasulullah selesai
mengajarinya, Hindun pun berbaiat. Suatu saat ia berkata, “Demi Allah wahai
Rasulullah! Dulu, tidak ada penghuni tenda di muka bumi ini yang paling aku
suka untuk menghinakannya daripada penghuni tendamu. Sekarang (setelah Islam),
tidak ada penghuni tenda ini yang paling aku suka untuk memuliakannya daripada
penghuni tendamu. Alangkah agungnya Islam dan alangkah mulianya para pemeluk
agamanya.”
Hindun telah menjadi muslimah yang taat
dan beriman kepad Allah. Kesalahan-kesalahannya di masa jahiliyah telah
terhapus semenjak ia menyatakan dua kalimat syahadat dan berbaiat kepada
Rasulullah. Putranya, Muawiyah pernah mengatakan tentang ibunya, “Pada masa
Jahiliyah, ia adalah perempuan yang sangat berbahaya, dan pada masa Islam, ia
adalah perempuan yang sangat dermawan.
Dikutip surat kabar harian
Amanah/Edisi Senin, 26 September 2016/Rubrik Ensiklo
Pojok Hadist
Barang siapa yang dikaruniai tiga orang anak didalam Islam, lalu dia mati sebelum mencapai usia baligh, niscaya Allah akan memasukkannya ke Surga karena kasih sayangnya kepada mereka. Dan barang siapa yang menginfakkan dua pasang di jalan Allah, maka sesungguhnya surga itu memiliki delapan pintu. Allah akan memasukkannya ke surga dari pintunya dari mana saja dia suka. (HR. Ahmad).

Tidak ada komentar: