URGENSI SHALAT BAGI UMAT MUSLIM
![]() |
| ilustrasi: istockphoto |
Rasulullah SAW bersabda, “Ajarkan
anak-anakmu shalat di umur 7 tahun, dan hukum mereka (jika tidak mau shalat) di
umur 10 tahun.”
Shalat adalah ibadah paling utama bagi
umat Muslim. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman, “Peliharalah semua shalat(mu),
dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu)
dengan khusyu’.” (QS. Al-Baqarah:238)
Berikut ini adalah beberapa penjelasan
mengenai urgensi kedudukan shalat bagi umat muslim:
1.
Bukti
keimanan. “Batas antara seseorang dengan kekufuran adalah meninggalkan shalat.”
(HR. Muslim, Tirmidzi dan Ahmad). “Perjanjian antara kita dengan mereka adalah
shalat, maka barangsiaa yang meninggalkan berarti ia kafir.” (HR. Tirmidzi dan
Ahmad).
2.
Melahirkan
ketenangan hati menjaga dari depresi. “Sesungguhnya manusia diciptakan dalam
keadaan keluh kesah lagi kikir, apabila dia ditimpa kesusahan ia berkeluh
kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, kecuali orang-orang yang
shalat.” (QS. Al-Ma’arij:19-22)
3.
Mencegah
dari kemaksiatan, sesungguhnya shalat
mencegah manusia dari perbuatan keji dan mungkar (QS. Al-Ankabut:45).
4.
Pelindung
dalam kehidupan, “Jadikanlah sabar dan
shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat,
kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.” (QS. Al-Baqarah:45)
5.
Melahirkan
kesuksesan pribadi, “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman (yaitu)
orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya.” (QS. Al-Mu’minun:9)
6.
Faktor
kekuatan ummat. “Orang-orang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi
niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma’ruf dan
mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala
urusan.” (QS. Al-Hajj:41)
7.
Mencegah
umat dari kesesatan dan kehancuran. “Maka datanglah sesudah mereka, pengganti
(yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka
mereka kelak akan menemui kesesatan.” (QS. Maryam:59)
8.
Ciri
manusia yang Allah berikan petunjuk. “Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid
Allah ialah orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap
mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapa pun) selain
kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk orang-orang
yang mendapat petunjuk.” (QS. At-Taubah:18).
9.
Amal
yang pertama kali dihisab. “Sesungguhnya amal ibadah seseorang yang paling
pertama kali dihisab adalah shalatnya. Jika shalatnya dinilai baik, maka
bahagia dan tenanglah dia. Namun jika shalatnya rusak, maka rugi dan sengsaralah
dia.” (HR. Tirmidzi, Ahmad dan Nasa’i).
Dikutip majalan Yatim Mandiri/Edisi
Mei 2016

Tidak ada komentar: