YANG SOLUTIVE ATAU DISRUPTIVE
![]() |
| ilustrasi: Flickr user Victor1558 |
Oleh: Jamil Azzaini (penasehat yatim
mandiri)
Sedang ramai dibicarakan tentang sebuah
zaman yang akan menggilas mereka yang tidak mau berubah: Disruption Era. Konon kabarnya, kemajuan dunia teknologi dan
telekomunikasi akan memporak-porandakan bisnis model yang ada.
Disctarra yang harus tutup, MNC yang
degdegan akan kehadiran Netflix, perusahaan distribusi yang mulai terpangkas
oleh jalur penjualan online, sampai sampai seminar-seminar off air yang
pelan-pelan beralih ke webinar. Sebenarnya, bagaimana sebuah bisnis tergilas,
lalu bisnis seperti apakah yang dapat menggilas? Berikut paparan saya.
Sekitar tahun 90 an tengah, rumah saya
kedatangan petugas Telkom. Sebuah perangkat kecil dipasang dipojok ruang
keluarga. Mereka bilang itu “telepon”.
Semenjak benda itu terpasang, saya
yang berayahkan orang lapangan, sedikit demi sedikit mulai terobati dengan
obrolan via telepon antara Balikpapan dan Badak Operation.
Selang hampir 20 tahun, Alhamdulillah
alat itu masih terpasang di rumah. Faktanya, hari ini alat itu tidak terpakai
sama sekali. Kami semua sudah terhubung via mobile phone. Mungkin anda juga
mengalami hal yang sama.
Oleh para pakar bisnis, hal ini
disebut dengan distruption, atau penggilasan sebuah bisnis model batu terhadap
bisnis model yang lama. Dahulu Telkom memanfaatkan jejaring kabel untuk
mengalirkan gelombang suara lewat fixed
line. Kemudian hadir era GSM. Alhamdulillah, Telkom sudah menyiapkan unit
usaha untuk menggilas dirinya sendiri: Telkomsel.
Tapi ini tidak terjadi pada PT. Pos.
Bisnis model yang berawal dari pengiriman surat harus dilumat oleh email. Jasa
transfer via wesel pos juga harus pasrah dihajar bank-bank pendatang. PT. Pos
sekarang mati-matian ganti gigi bisnis model menjadi payment gateway dan berfokus pada ekspedisi. Semoga berhasil. Ada
ratusan perusahaan travel yang harus gigit jari dilumat Traveloka. Ada ratusan
kios HP yang harus bersaing harga miring sinting dengan Lazada. Apa boleh buat.
Mereka tergilas oleh penggilas.
Tapi saya tidak setuju jika isu utama
kita adalah gilas menggilaas. Sebenarnya, yang terjadi sebenarnya hanya gerak
market yang sangat alami. Pasar atau market akan beralih pada produk barang
atau jasa yang lebih memberikan solusi ke mereka. Lebih baik, lebih murah, lebih
cepat, lebih menyenangkan . Itulah pasar.
Email melumat PT. Pos karena memang
lebih cepat. GSM melumat fixed line phone.
Karena memang bisa dibawa kemana-mana. Ringkas dan cepat. Mengerikan.
Sekali lagi, yang lebih memberika
solusi, akan menggilas yang kurang memberikan solusi. Sesuatu yang lebih
SOLUTIVE akan menggilas mereka yang kurang solutiv. Yang sangat substantif
adalah pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
1.
Ada
harus terus berfikir, apakah produk Anda sudah memberikan solusi kepada banyak
orang?
2.
Apakah
ada perusahaan lain yang dapat menyediakan solusi lebih baik?
3.
Apakah
solusi yang anda tawarkan memalui produk Anda memiliki harga yang kompetitif?

Tidak ada komentar: