AL-LAITS BIN SA’AD PEMUKA AHLI ILMU MESIR
![]() |
| ilustrasi: Kinomasterkaya |
Namanya adalah Al-Laits bin Sa’ad
seorang ahli ilmu negeri Mesir, lahir di Qarqasyandah satu kota yang berjarak
sekitar empat farsakh dari Mesir pada tahun 94 hijriah.
Oleh: Mahardi Purnama
Imam Adz-Dzahabi mengatakan bahwa
Al-Laits adalah ahli fiqih dan ahli haditsnya Mesir. Ia adalah orang yang
dibanggakan oleh masyarakat Mesir. Orang-orang dalam maupun luar negeri
Mesir merujuk kepada pendapat dan
sarannya. Khalifah Al-Manshur Al-Abbasi pernah menawarkannya untuk menjadi
gubernur di wilayah Mesir namun Al-Laits menolaknya.
Al-Laits terkenal karena
kecerdasannya. Suatu hari terjadi percakapan antara Khalifah Harun Ar-Rasyid
dengan istrinya, Zubaidah. “Engkau tertalak kalau aku tidak masuk surga,” kata
khalifah. Setelah mengatakan itu, Khalifah merasa menyesal sehingga ia
mengumpulkan para ulama dan ahli fiqih untuk mencari jalan keluar terhadap
sumpahnya itu.
Setelah berdiskusi, ternyata para
ulama tersebut berbeda pendapat. Maka ia menyurati pada pejabatnya agar
mengirim para ulama dan ahli fiqih terkenal ke istana untuk menyelesaikan
masalah tersebut. Di antara yang hadir adalah AL-Laits bin Sa’ad dari Mesir.
Setelah mereka berkumpul, Khalifah
menceritakan apa yang diucapkannya kepada istrinya. Sementara sang istri bersama
beberapa pelayannya mendengarkan dari balik tirai. Hasilnya sama dengan
sebelumnya, para ulama berbeda pendapat. Semuanya telah mengemukakan
pendapatnya kecuali Al-Laits bin Sa’ad.
“Mengapa engkau diam saja?, tanya
Khalifah Al-Rasyid.”
“Aku ingin berbicara empat mata dengan
anda,” jawab Al-Laits.
Sang Khalifah pun meminta yang lain
keluar sehingga hanya dia dan ulama Mesir yang berada di dalam ruangan. Ia
meminta Khalifah mengambil mushaf dan membuka surah Ar-Rahman kemudian
membacanya dengan suara keras. Sang Khalifah menuruti hingga bacaannya sampai
pada ayat, “Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua
surga.”
“Cukup sampai disitu,” kata Al-Laits.
Ia meminta Khalifah bersumpah.
“Katakanlah Demi Allah sesungguhnya
aku takut kepada kebesaran Tuhanku.” Khalifah Al-Rasyid mengikuti apa yang
diperintahkan oleh ulama Mesir itu.
Kemudian Al-Laits berkata, “wahai
Amirul Mukminin, bukankah ia adalah dua surga, bukan satu surga seperti yang
disebutkan dalam sumpah anda?”
Ar-Rasyid pun sangat gembira begitu
juga istrinya yang mendengar dari balik tirai. Ia merasa kagum dengan
kecerdasan AL-Laits bin Sa’ad dan pemahamannya terhada ayat tersebut.
Sifat Dermawan Al-Laits.
Al-Laits terkenal dengan
kedermawanannya. Ketika rumah Ibnu Lahi’ah, teman sekaligus sejawatnya,
terbakar, Al-Laits mengirimkan uang sejumlah seribu dinar kepadanya. Begitu
juga yang ia lakukan kepada Imam Malik bin Anas. Ketika AL-Laits berjanji, Imam
Malik memberikannya hadiah berupa buah kurma segar dalam sebuah bejana. Maka
dia membalas kebaikan sang Imam dengan seribu dinar yang ia masukkan dalam
bejana.
Qutaibah mengatakan bahwa AL-Laits
selalu menaiki kendaraan untuk shalat berajamaah ke masjid dan dia bersedekat
setiap hari kepada 300 orang miskin. Sementara Abdullah bin Shalih yang telah
menemani Al-Laits selama sepuluh tahun bersaksi bahwa dia selalu melihat
AL-Laits makan siang atau malam dengan berbagi bersama orang lain
Pujian
Para Ulama
¨
Imam
Asy-Syafi’I mengatakan, “Al-Laits lebih faqih daripada Malik, hanya saja
murid-muridnya menelantarkannya (tidak menulis darinya).
¨
Utsman
bin Shalih mengatakan, “penduduk Mesir mencela sahabat Nabi, Utsman bin Affan,
lalu muncullah Al-Laits bin Sa’ad menuturkan hadits kepada mereka tentang
keutamaan Utsman sehingga mereka berhenti dari hal itu.”
¨
Adz-Zahabi
mengatakan, “Pengikut hawa nafsu dan bid’ah melemah di zaman AL-Laits, Malik,
dan Auza’i. Sedangkan sunnah-sunnah mengemuka dan menguat.
¨
Muhammad
bin Sa’ad berkata, “Al-Laits adalah tsiqah, memiliki banyak hadits. Dia sibuk
dengan fatwa pada zamannya di Mesir. Dia seorang yang pemurah, muliah lagi
dermawan.”
Dikutip surat kabar harian
Amanah/Edisi Rabu, 7 Desember 2017/ rubrik Ensiklo
Apabila seseorang menjenguk saudaranya atau mengunjunginya maka Allah berfirman, engkau dan langkahmu baik serta engkau akan menempati suatu di surga (HR. Ibnu Hibbanl)

Tidak ada komentar: